Kontroversi-Pembangunan-Museum-SBY-Senilai-Rp9M
Info Politik

Kontroversi Pembangunan Museum SBY Senilai Rp.9M

Berita Terbaru – Pembangunan museum yang menggambarkan perjalanan hidup Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan, Jawa Timur, memancing polemik. Pemicunya, Museum SBY-Ani Yudhoyono yang dibangun Yayasan Yudhoyono dikabarkan mendapat hibah Rp 9 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Berbagai tanggapan publik dan netizen di media sosial mengungkapkan. Ada yang mendukung, tapi ada juga yang mencibir. Mereka yang kontra menilai pembangunan museum ini tidak ada urgensinya, apalagi sampai mendapat dukungan dana dari pemerintah. Bahkan, pada Rabu (17/2) sore, tagar # SBYMakanDanaPacitan telah masuk dalam 10 besar trending topik Twitter di Indonesia.

Konfirmasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Pemprov Jatim sendiri sudah mengkonfirmasi mengenai kabar dana hibah yang diperuntukkan bagi Museum SBY di Pacitan. Namun, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan, sebenarnya Rp9 miliar belum seluruhnya digunakan untuk pembangunan museum. Untuk dapat mencairkan dana hibah ini juga harus memenuhi sejumlah syarat. Heru mengatakan, Pemkab Pacitan mengajukan bantuan hibah pada 2019. Artinya, pada masa kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Heru mengatakan, pengajuan tersebut dari Pemerintah Kabupaten Pacitan pada 2019.

Anggaran itu sendiri, lanjut Heru, sudah disetujui dan merupakan hibah bantuan keuangan (bk). Dana tersebut kemudian dicairkan ke APBD Kabupaten Pacitan pada Desember 2020, namun hingga kini belum disalurkan ke Yayasan Yudhoyono. Hibah tersebut belum dicairkan, uang tersebut belum digunakan sampai sekarang. Karena masih dalam APBD Pacitan karena ada hal yang harus dipenuhi yaitu uang masih utuh Rp. 9 miliar. Kalau mau disumbangkan ke Museum (SBY), pasti ada ketentuan lain.

Sudah Direncanakan Pada 2018

Sementara itu, secara terpisah Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Jatim Renville Antonio mengatakan, rencana hibah Pemprov Jatim untuk Museum SBY-Ani sebenarnya sudah ada sejak kepemimpinan Gubernur Jatim sebelumnya, Soekarwo atau Pakde Karwo, sekitar. 2018. Kata Renville, ini semua inisiatif gubernur, waktu itu Pakde Karwo langsung.

Saat itu, selain sebagai gubernur yang menjabat selama dua periode, Pakde Karwo juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Ia juga dikenal dekat dengan sosok SBY yang juga Ketua Umum Partai Demokrat. Namun, Renville yang juga mantan Sekretaris Demokrat Jawa Timur itu meyakinkan SBY tak pernah meminta hibah dari Pakde Karwo atau Pemprov Jatim.

Menurut dia, hibah Rp9 miliar tersebut merupakan wujud harapan Pemprov Jatim terhadap SBY. Ia pun mengungkapkan rasa terima kasihnya. Renville juga menambahkan bahwa Pak SBY tidak pernah bertanya. Jadi, ini murni. Dia mengatakan dia berterima kasih kepada pemerintah provinsi dan kabupaten atas dorongannya untuk membantu. Pemberian hibah ini, kata dia, juga merupakan sesuatu yang wajar, apalagi jika dimaksudkan untuk membangun museum kepresidenan SBY, putra Jawa Timur yang sempat menjadi presiden.

Bantuan Pembangunan Museum Murni

Semua ini murni bantuan dan sejauh yang saya tahu itu diperbolehkan. Karena ini membantu yayasan, apalagi museum itu presiden. Renville sendiri juga mengaku heran kenapa pembangunan Museum SBY-Ani mendadak jadi sorotan publik, tak jauh dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pacitan baru-baru ini. Padahal pembangunannya sudah dimulai pada awal tahun 2020. Ia juga kaget saat ada keramaian seperti itu, apalagi keramaian diimbangi dengan kedatangan presiden. Padahal, ini sudah cukup lama dan semuanya sudah sesuai dengan mekanismenya.

SBY dikenal sebagai putra daerah Pacitan. Ia lahir di kabupaten tersebut pada tanggal 9 September 1949 tepatnya di desa Tremos, Kecamatan Arjosari. Pria lulusan Akademi Militer 1973 ini kemudian membangun Partai Demokrat setelah keluar dari TNI dan kemudian dua kali memenangkan pemilihan presiden, yakni 2004 (berpasangan dengan Jusuf Kalla) dan 2009 (berpasangan dengan Boediono). Kemenangan SBY-JK tahun 2004 juga tercatat sebagai kemenangan pilpres langsung pertama di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *